R SUKAMTO - Pagelaran Seni Budaya Islam yang dilaksanakan oleh Global Ikhwan Palembang yang menggandeng Syarekat Anak Soleh Production Sdn Bhd Malaysia, Sabtu lalu (21/3), di PTC Mall, Jl R Sukamto dimeriahkan oleh Grup Nasyid Mawaddah.
"Kegiatan ini sengaja digelar untuk memperingati Maulidur Rasul, sekaligus untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat atas perjuangan Rasul dalam mensyiarkan agama Islam," ujar HM Wahyu Illahi dari Global Ikhwan Palembang di sela-sela acara.
Bertema "Rasulullah SAW Pembawa Kasih Sayang untuk Semua Bangsa dan Negara" sudah seharusnya sebagai generasi muda Islam, kita harus mengembalikan sejarah Islam kepada khittah-nya selama ini yang sudah sering salah dalam persepsi dimasyarakat," jelasnya.
Apalagi sekarang Islam sering mendapatkan perlakuan dan hinaan dengan mengatakan Islam sebagai agama yang suka akan kekerasan. "Padahal itu semua tidak benar. Dan yang benar adalah Islam sebagai agama yang cinta kedamaian dan penuh welas asih kepada semua agama dan suku dari seluruh umat," terangnya.
Karena itu dengan adanya kegiatan seperti ini akan dimanfaatkan untuk kembali bahwa sebenarnya budaya dan sejarah Islam itu cantik dan sangat indah. "Pelaksanaan pagelaran seni dan budaya Islam ini juga bertujuan untuk menjadi media dakwah atas sejarah dan kebudayaan Islam yang sangat indah," bebernya.
Selain menampilkan Grup Mawaddah, pagelaran ini juga membuka stan buku-buku agama dan sejarah budaya Islam. "Stan tersebut sengaja dibuka untuk masyarakat umum. Dan juga sebagai sarana memperkenalkan sejarah Islam dimulai dari sekarang," tukasnya.
Puncak peringatan Maulidur Rasul ini sendiri rencananya akan dilaksanakan kamis mendatang (26/3), sekitar pukul 19.30 WIB. "Puncak acaranya nanti akan dilaksanakan Kamis malam di Hotel Arya Duta Palembang," tandasnya. (mg23)
Sumatera Ekspres, Senin, 23 Maret 2009.
Cegah Lose Generation.
PALEMBANG - Akibat pengaruh liberalisme saat ini, Indonesia terancam kehilangan generasi (lose generation) muda yang berpotensi membawa bangsa ini lebih maju. Salah satu cara agar tidak kehilangan generasi penerus, sudah waktunya remaja sekarang kembali meneladani sifat dan perbuatan mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Topik ini diangkat anggota DPR RI, Mustafa Kamal yang menjadi salah seorang pembicara pada Seminar Maulid Nabi Muhammad SAW dam Try Out Pemahaman Sirah Nabi di Masjid Agung Palembang, kemarin (9/3).
"Kalau generasi muda sekarang miskin akhlak yang baik, maka terjadilah yang namanya aborsi, HIV/AIDS, dan lain sebagainya. Kalau sudah begitu, bisa hilang generasi penerus kita," ujarnya.
Belum lagi, kata Mustafa, dari hasil kunjungan ke sejumlah daerah selama masa reses ini, diketahui merebaknya keresahan di masyarakat dengan fenomena maraknya acara organ tunggal (OT). Belum lagi acara-acara di televisi yang dinilainya banyak tidak bermanfaat. "Seperti gosip, terus acara lain yang tidak ada manfaatnya. Kita di Pusat mau tetapkan UU yang berhubungan dengan itu selalu dihalang-halangi oleh LSM dengan dalih mengancam kebebasan pers," bebernya.
Pembicara lain yang hadir pada acara yang digelar Yayasan Kiai Merogan (YKM) Palembang itu, Ustadz Mgs A Fauzan selaku Koordinator Sekolah Daarul Quran Internasional Tangerang. Ia menguraikan topik tentang Nabi Muhammad SAW Sahabat Dunia Akhirat.
Dikatakan Ustadz Fauzan, Nabi Muhammad SAW merupakan manusia terpilih. "Dalam dirinya terdapat kebaikan, pelajaran dan rahmat bag i umat manusia yang mau mempelajari dan mengikuti apa yang telah disampaikan, diungkapkan dan diajarkan," jelasnya.
Sumatera Ekspres, Selasa, 10 Maret 2009.
Regenerasi Daiyah.
A RIVAI - Peran aktif wanita muslimah kian dirasakan manfaatnya dalam menyikapi berbagai masalah bangsa terutama yang berkaitan dengan seluk beluk dunia wanita. Karenanya, kaum wanita sangat diperlukan untuk ikut terjun mensyiarkan agama Islam dengan menjadi daiyah.
Wakil Pembina Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sumsel, Ny Hj Suzana Eddy Yusuf berharap dengan pelatihan Daiyah yang digelar oleh Badan Kontak Majelis Taklim Sumsel dapat menghasilkan daiyah yang berbakat dan dapat mensyiarkan Islam lebih luas lagi. "Dengan kegiatan ini, kita ingin menciptakan regenerasi untuk menyiarkan agama Islam. Sehingga, syiar agama Islam tidak terpaku pada dai saja," tukasnya usai pembukaan pelatihan di Gedung Wanita, kemarin (24/2).
Peran serta ibu-ibu dalam organisasi BKMT membentuk kepribadian generasi muda yang berakhlak mulia sangat dibutuhkan. Karena, selain menjadi ibu rumah tangga, ibu-ibu BKMT dapat menjadi daiyah minimal untuk keluarganya sendiri bahkan untuk lingkungan sekitarnya.
"Apalagi untuk anggota keluarganya yang masih menginjak usia remaja. Lebih baik, seorang daiyah membentuk kepribadian akhlak mulia bagi anggota keluarganya sendiri, khususnya remaja," jelas Suzanna.
Hj Fauziah selaku ketua panitia pelaksana menuturkan, pelatihan daiyah ini bertujuan untuk mencari regenerasi daiyah. "Jika tidak dari sekarang kapan lagi. Sebab, kemajuan informasi dan budaya asing yang ada sekarang sudah menyentuh level terkecil, yakni, anak usia dini," terang dia.
Fauziah menambahkan, pihaknya berharap para anggota BKMT yang mengikuti pelatihan ini mampu menyalurkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat. Sehingga, mendukung pembentukan daiyah-daiyah yang baru. (mg15)
Sumatera Ekspres, Rabu, 25 Februari 2009.
Ilmu Dan Harta.
Setiap orang menginginkan penghormatan dari orang lain, oleh karena itulah banyak manusia berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Namun sesungguhnya harta itu berbeda dengan ilmu atau sebaliknya ilmu itu tidak sama dengan harta.
Imam Ali Radhiyallahu ’anhu berkata; "Ilmu itu adalah lebih baik daripada harta, sebab ilmu itu dapat menjaga dirimu yaitu dari perbuatan-perbuatan maksiat dan kemungkaran. Sedangkan harta kamu harus senantiasa menjaganya atau menyimpannya agar tidak hilang." Ilmu itu akan senantiasa bertambah apabila diamalkan, sedangkan harta tentulah berkurang apabila dibelanjakan. Ilmu itu dapat menghakimi dan harta itulah yang diberi keputusan.
Tidak sedikit orang-orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta kekayaan dan menampakkannya dimata orang lain, agar mereka mendapatkan pujian, sanjungan dan penghormatan. Bahkan ada sebagian orang yang beranggapan bahwa dengan harta hidupnya akan kekal abadi. Padahal sebenarnya tidak demikian, sebab harta itu akan menyeret kepada pemiliknya kedalam banyak persoalan kecuali harta yang diperoleh secara baik dan dibelanjakan di jalan kebaikan pula. Berapa banyak orang-orang yang berurusan dengan polisi dan penegak hukum lantaran harta mereka, bahkan tidak sedikit yang dipenjarakan karenanya. Oleh sebab itu seburuk-buruk simpanan dan warisan adalah harta, dan sebaik-baik simpanan dan warisan adalah ilmu.
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda; "Keutamaan orang-orang yang berilmu di atas orang-orang yang beribadah itu adalah seperti keutamaan bulan saat purnama di atas bintang-bintang yang lain, dan para ahli ilmu itu adalah pewaris/penerus perjuangan para Nabi dan Rasul sebab mereka adalah orang-orang yang lebih takut kepada Allah diantara hamba-Nya yang lain."
Allah SWT berfirman; "Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu semua dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadalah: 11)
Apabila kita harus memilih maka kekayaan ilmu yang harus diutamakan dibanding dengan kekayaan harta. Namun jika keduanya sama-sama diperoleh dengan cara yang baik dan halal dan juga dibelanjakannya untuk jalan-jalan kebajikan tentu akan menjadi lebih baik. Akhirat adalah masa depan yang harus diraih tetapi dunia tidak boleh dilupakan.
Hidup Bahagia.
Setiap manusia mendambakan hidup bahagia, keinginan hidup bahagia itu adalah merupakan salah satu fitrah manusia yang terpokok. Namun dalam kenyataan kehidupan manusia sehari-hari, kebahagian itu sulit sekali ditemukan. Walaupun kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi manusia sekarang ini sudah demikian hebat, banyak manusia jadi bingung. Banyak hal yang semula disangka dan diyakini bakal dapat memberikan kebahagian, tetapi setelah diperoleh malah memberikan hal sebaliknya.
Pada mulanya disangka dan diyakini bahwa kekayaan akan dapat memberikan kebahagiaan, akan tetapi setelah kekayaan tersebut diperoleh malah menimbulkan kesusahan dan keresahan. Dunia modern dengan kekayaan yang sangat melimpah ini, memberikan bukti nyata tentang hal ini.
Madame Bovazaf Qiqinot dalam bukunya "Good Luck Heeling" mengatakan; "Noda besar kehidupan zaman modern ini adalah kegelisahan." Norman Vincent Peale dalam bukunya "Stay a Live All Your Life" mengatakan; "Pada saat ini ketegangan adalah merupakan persoalan yang nomor satu." Dalam buku "How to Stop Worrying and Star Living," Dale Carneqie mengatakan bahwa; "Kegelisahan adalah salah satu gangguan yang paling utama umat manusia dewasa ini (ditengah-tengah kemajuan zaman)."
Kebahagiaan hidup ini adalah merupakan keinginan pokok dan utama manusia. Oleh karena itu, apabila manusia benar-benar mendambakan, jalan satu-satunya ialah mencarinya dalam agama Allah. Ia akan menemui dari mana ia bertolak, jalan mana yang harus ditempuhnya dan cara yang harus ia gunakan untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.
