Ilmu dan Harta.
21 Februari 2009
Setiap orang menginginkan penghormatan dari orang lain, oleh karena itulah banyak manusia berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Namun sesungguhnya harta itu berbeda dengan ilmu atau sebaliknya ilmu itu tidak sama dengan harta.
Imam Ali Radhiyallahu ’anhu berkata; "Ilmu itu adalah lebih baik daripada harta, sebab ilmu itu dapat menjaga dirimu yaitu dari perbuatan-perbuatan maksiat dan kemungkaran. Sedangkan harta kamu harus senantiasa menjaganya atau menyimpannya agar tidak hilang." Ilmu itu akan senantiasa bertambah apabila diamalkan, sedangkan harta tentulah berkurang apabila dibelanjakan. Ilmu itu dapat menghakimi dan harta itulah yang diberi keputusan.
Tidak sedikit orang-orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta kekayaan dan menampakkannya dimata orang lain, agar mereka mendapatkan pujian, sanjungan dan penghormatan. Bahkan ada sebagian orang yang beranggapan bahwa dengan harta hidupnya akan kekal abadi. Padahal sebenarnya tidak demikian, sebab harta itu akan menyeret kepada pemiliknya kedalam banyak persoalan kecuali harta yang diperoleh secara baik dan dibelanjakan di jalan kebaikan pula. Berapa banyak orang-orang yang berurusan dengan polisi dan penegak hukum lantaran harta mereka, bahkan tidak sedikit yang dipenjarakan karenanya. Oleh sebab itu seburuk-buruk simpanan dan warisan adalah harta, dan sebaik-baik simpanan dan warisan adalah ilmu.
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda; "Keutamaan orang-orang yang berilmu di atas orang-orang yang beribadah itu adalah seperti keutamaan bulan saat purnama di atas bintang-bintang yang lain, dan para ahli ilmu itu adalah pewaris/penerus perjuangan para Nabi dan Rasul sebab mereka adalah orang-orang yang lebih takut kepada Allah diantara hamba-Nya yang lain."
Allah SWT berfirman; "Allah mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu semua dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadalah: 11)
Apabila kita harus memilih maka kekayaan ilmu yang harus diutamakan dibanding dengan kekayaan harta. Namun jika keduanya sama-sama diperoleh dengan cara yang baik dan halal dan juga dibelanjakannya untuk jalan-jalan kebajikan tentu akan menjadi lebih baik. Akhirat adalah masa depan yang harus diraih tetapi dunia tidak boleh dilupakan.
Tetap update tulisan dari Muhammad Ridwan di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!
Share ke Facebook
Tetap update tulisan dari Muhammad Ridwan di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

Rabu, 30 Desember 2009 10:57 WIB